Rektor Unisa Isi Rembuk Daerah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan

Berita Kampus

Rektor Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kabupaten Kuningan Nurul Iman Hima Amarullah, S.Ag., M.Si menjadi narasumber di kegiatan Rembuk Daerah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan. Kegiatan yang berlangsung hari Rabu (29/07) di Hotel Horison Tirtasanita tersebut dihadiri oleh Bupati Kuningan, Kepala Diskdikbud, Ketua PGRI Kuningan, Ketua Dewan Pendidikan, Dekan FKIP Uniku, dan beberapa kepalad SKPD lainnya.

Dalam paparan materinya, Iman menyampaikan Ide menjadikan Kuningan sebagai Kabupaten Pendidikan, baik dengan formula Kabupaten Pendidikan atau Menuju Kabupaten Pendidikan merupakan wujud itikad mulia untuk menciptakan Kabupaten Kuningan sebagai daerah dengan formula pendidikan yang unggul. Spirit tersebut sejatinya dapat dijadikan landasac moral seluruh warga masyarakat Kuningan (utamanya stakeholder terkait) untuk lebih serius berpikir dan bekerja demi kualitas pendidikan yang lebih baik. sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh semua pihak.

“Ada beberapa strategi pengembangan pendidikan di era global, diantaranya Mengedepankan model perencanaan pendidikan (partisipatif) yang berdasarkan pada need assessment dan karakteristik masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pendidikan merupakan tuntutan yang harus dipenuhi; Peran pemerintah bukan sebagai penggerak, penentu dan penguasa dalam pendidikan, namun pemerintah hendaknya berperan sebagai katalisator, fasilitator dan pemberdaya masyarakat; Penguatan fokus pendidikan, yaitu fokus pendidikan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat, kebutuhan stakeholders, kebutuhan pasar dan tuntutan teman saing.” tutur Iman.

Lebih lanjut Iman menjelaskan strategi lainnya yakni pemanfaatan sumber luar (out sourcing), memanfaatkan berbagai potensi sumber daya (belajar) yang ada, lembaga-lembaga pendidikan yang ada, pranata-pranata kemasyarakatan, perusahaan/industri, dan lembaga lain yang sangat peduli pada pendidikan; Menciptakan soft image pada masyarakat sebagai masyarakat yang gemar belajar, sebagai masyarakat belajar seumur hidup; dan Pemanfaatan teknologi informasi, yaitu: lembaga-lembaga pendidikan baik jalur pendidikan formal, informal maupun jalur non formal dapat memanfaatkan teknologi informasi dalam mengakses informasi dalam mengembangkan potensi diri dan lingkungannya (misal; penggunaan internet, multi media  pembelajaran, sistem informasi terpadu.

“Untuk mencapai cita-cita luhur Kuningan menuju Kabupaten Pendidikan, ada beberapa hal yang bisa dikerjasamakan oleh pemerintah Pelibatan mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan untuk mengisi kekosongan SDM di sekolah-sekolah daerah; Pemerintah memfasilitas anggaran (menambah lebih banyak) untuk pendidikan bagi masyarakat kurang mampu; Membuka ruang-ruang literasi bagi publik di tempat-tempat strategis di wilayah desa/ kelurahan untuk menumbuhkan kesadaran literasi masyarakat; dan Sosialisasi pentingnya pendidikan di semua segmen masyarakat.” tutur Iman.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *